Tgl. Beli : 10 Oktober 2007, Rabu -Harga BUku : Rp. 134.000-
Pengarang : Richard Dawkins -Penerbit : Black Swans -Tahun Terbit : 2006 Paperback Edition -Halaman : 463
***
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Wednesday, October 10, 2007
The God Delusion
Apa yang akan dikatakan Dawkins di akhirat nanti-bila memang ada- kalau Tuhan bertanya padanya tentang keyakinan dan agama yang di anutnya ?
***
Mungkin yang terbayangkan adalah Dawkins akan berkata bahwa " " maaf ya saya tak bisa menjawab ""Kenapa ? tanya Tuhan
" Karena dalam pola sadar paradigma saya , saya tidak bisa menjawab atau memberikan jawaban kepada sesuatu yang tak ada dalam rana sadar saya !"
" Jadi ?"
" Maaf saya lebih baik pergi ..." sambil ngeloyor Dawkins berpikir yang bertanya tadi siapa ya ? Kok yang ditanya itu-itu saja ? Bosa ach !!!
***
Bila kau membaca buku ini kawan , makanya hati-hatilah pada jalan pikiran yang sejak kecil kau yakini. Kau akan terguncang dan mungkin juga gempa pada pola tetap dan rapi yang terbangun jelas sejak kau belia.
Label: Agama
Tuesday, October 2, 2007
Tuhan Punya Banyak Nama
Judul Asli : God Has Many Names
Tgl Beli : 26 September 2007
Harga Buku : Rp. 26.000-
Pengarang : John Hick
Penerbit : Interfidei
Cetakan Pertama Agustus 2006
Halaman X+174
Label: Agama
Sunday, September 23, 2007
Pergolakan Pemikiran Islam-Catatan Harian Ahmad Wahib
Tgl Beli : 03 July 1987Harga Buku : Rp. 3000-
Penulis : Ahmad Wahid
Penyunting : Djohan Effendi & Ismed Natsir
Penerbit : LP3ES
Cetakan : Pertama, July 1981
Tebal : X+351 Halaman
***
Kira-kira dua minggu setelah setelah melahap buku Soe Hok Gie, kudapati juga akhirnya buku yang ku baca resensinya di koran Kompas sewaktu di Bangka . Buku mengenai seorang yang juga tragis mati muda seperti SHG, Ahmad Wahid. ( 1942-1973 ) .Tak banyak yang kuketahui waktu itu tentang pemuda dengan pemikiran liberal ini pada waktu itu. Yang kuketahui bahwa pemuda ini sangat liberal dan berpikir jauh dari masanya dalam hal-hal pemikira agama Islam. Sementara dalam kata pengantarnya H.A. Mukti Ali menulis bahwa " Menarik sekali untuk dipelajari mengapa teman-teman muda ini-yang latar belankang pendidikan mereka berbeda-beda-sama-sama memperlihatkan pikiran-pikiran yang disaat itu di anggap " Meyebalkan " dari pikiran yang di anggap umum di kalangan umat Islam.
***
Maka pada tanggal 3 Juli 1987, satu bulan setelah tiba di Jakarta, aku melangkah ke Projek Senen. Pasar Senen memiliki imej yang jelek karena premanismenya waktu itu. Tapi tiba juga aku di komplek pusat buku Projek Senen. Dari puluhan toko buku yang ada di lantai 4 ku beli buku ini di sebah toko buku Pedoman Ilmu Jaya. Aku nggak tahu apakah toko buku ini masih ada sekarang ketika kutulis komentar mengenai buku AW ini. Waktu itu harga nya Rp. 3000-. tahun 1987 kurs mungkin sekitar Rp. 900-an /USD. Jadi sekitar Rp. 40000- dengan Kurs sekarang kira-kira.
***
Hanya dalam waktu 2 hari saja aku lahap habis halaman buku ini dan semakin penasaranlah aku dengan pemikian-pemikiran pemuda ini. Kesukaan ku pada mereka ini -SGH+AW- mungkin disebabkan oleh usia ku yang masih muda dalam proses pencarian dan dahaga akan informasi yang liberal dan radikal.
***
Buku ini berbentuk buku saku.Dengan kertas koran terbitan LP3ES. Di sunting oleh Djohan Effendi dan Ismed Natsir. Di halaman xi ada foto Ahmad Wahid sedang mengetik. Dokumentasi Majalah Tempo. Perawakannya sederhana. Kurus dan ceking.
***
Dalam kata-kata Mukti Ali" Akan tetapi saya kira, bagaimanapun keyakinan kita masing-masing , catatan harian Ahmad Wahid ini cukup mengesankan. Bahkan mungkin aka merangsang dan menggoda pikiran kita. paling tidak bisa memahami pergulatan pikiran seorang anak muda yang sedang mencari. Orang boleh setuju atau menolak pikiran-pikiran almarhum Ahmad Wahid, tetapi ia yang berprawakan kecil, walau meninggal dalam usia yang masih muda, ternyata hidupnya tak sia-sa. Dan bagi kawan-kawannya, catatan harian almarhum ini merupakan warisan yang sangat berharga" Yogyakarta, February 1981.
Dalam kata-kata Mukti Ali" Akan tetapi saya kira, bagaimanapun keyakinan kita masing-masing , catatan harian Ahmad Wahid ini cukup mengesankan. Bahkan mungkin aka merangsang dan menggoda pikiran kita. paling tidak bisa memahami pergulatan pikiran seorang anak muda yang sedang mencari. Orang boleh setuju atau menolak pikiran-pikiran almarhum Ahmad Wahid, tetapi ia yang berprawakan kecil, walau meninggal dalam usia yang masih muda, ternyata hidupnya tak sia-sa. Dan bagi kawan-kawannya, catatan harian almarhum ini merupakan warisan yang sangat berharga" Yogyakarta, February 1981. ***
Buku ini adalah cetakan pertama dari LP3ES. Buku tersusun dalam 4 bab utama dengan kata pengantar dari H.A Mukti Ali. Mukti Ali adalah pentolan dari HMI yang menjadi leader sebuiah grup diskusi Limited Group di mana Ahmad Wahid juga intens ikut terlibat dalam diskusi-diskusi panas.
***
Dalam penyajiannya , karena mempertimbangkan berbagai hal dan untuk mempermudah pembaca memahami buah pikiran Ahmad Wahid, maka catatan harian ini dikelompokan dalam judul-judul berdasarkan tema bukan berdasarkan kronologis .
***
Bab pertama mencakup rentang waktu dari 17 Januari 1969 sampai 27 Januari 1973.
rentang waktu ini mencakup jalan pikiran Ahmad Wahid yang sedang gelisah , sebuah pencarian jati diri yang penuh dengan pertanyaan -pertanyaan besar . Secara keseluruhan Bab pertama mengambil porsi terbesar dalam catatn harian Ahmad Wahid ini. Bab pertama ini mencakup sampai 193 halaman dari 351 halaman buku saku ini. Nampaknya memang buah pikiran mengenai keagamaanlah yang paling mendominasi catatan harian ini. dan tentu saja para penyunting berpikir bahwa topik inilah yang menjadi porsi terpenting.
***
Bab pertama ini di tutup dengan catatan mengenai initi pokok sebuah diskusi di rumah Dawam Rahardjo dan di catatan ini Ahmad Wahid menulis bahwa ''Islam adalah Qur-an dengan penafsiran secara insipratif "
***
Catatan awal pada periode 1969 dibuka dengan kalimat yang mungkin akan memerahkan telinga saudara-saudara Muslim :
" Kita orang Islam belum mampu menterjemahkan kebenaran Islam dalam suatu program pencapaian. Antara Ultimate values dalam ajaran Islam dengan kondisi sekarang memerlukan penerjemahan-penerjemahan..." ( 17 Januari 1969 )
***
Dalam sub judul Kebebasan Berpikir Ahmad Wahid menulis tentang kegalauan hatinya tentang ajaran dan pemahaman Islam ...:
" Kadang-kadang hatiku berpendapat bahwa dalam beberapa hal ajaran Islam itu jelek. Jadi ajaran Allah itu dalam beberapa bagian jelek dan beberapa ajaran manusia, yaitu manusia-manusia besar , jauh lebih baik. Ini akal bebasku yang berkata, akal bebas yang meronta-ronta untuk berani berpikir tanpa disertai ketakutan akan dimarahai Tuhan .( 9 Maret 1969 )
Lalu pada catatan 17 Juli 1969, sejalan dengan pikiran "nyeleneh " pada beberapa bulan sebelumnya, Ahmad Wahid menulis : "Mungkin akan ada orang yang mengemukakan bahaya berpikir bebas yaitu orang yang beripikir bebas itu cenderung atau bahkan bisa jadi atheis. Betulkah ? Orang yang sama sekali tidak berpikir juga bisa atheis. ( 17 Juli 1969 )
***
Diakhir catatan pada bab ini Ahmad Wahid menulis perasaannya tentang Natal. Catatan tertanggal 25 Desember 1972 ini terasa sendu dan sunyi
" Hari ini adalah hari natal. Kepada saudara-saudaraku yang beragama Kristen ingin kusampaikan berbahagia dan simpatiku pada kesungguhan mereka menerima pesan Natal. Banyak kawan-kawan di kalangan Kristen dan katalik yang tidak sempat kukirimi surat ucapan selamat. Surat itu bukan formalitas. Dia punya arti bagi persahabatan dan pembinaan saling menghargai." ( 25 Desember 1972 )
***
Perasaan tulus yang ditulis Ahmad Wahid ini kita terasa sangat langkah dari saudara kaum Muslim sekarang ini dimana ketika fatwa mengharamkan mereka memberi selamat Natal kepada kaum Nasrani. Mungkin latar belakang masa remaja tinggal di asrama Katolik dan lingkungan Katolik , apa yang di tulis oleh Ahmad Wahid tentulah hal yang wajar. Betapa banyaknya hal-hal kecil seperti ini hilang ketika agama di jadikan komiditas politik dan menghilangkan makna agama yang hakiki, saling mengasihi. Semangat berbagi kasih. Semangat Religiositas kata Mangunwijaya. Semangat inklusivitas yang hilang. betapa sayang.
***
Aku pikir tulisan-tulisan dalam catatan harian ini , akan menjadi penting dan memberikan sebuah cara berpikir yang lain bagi saudara kaum Muslim.
***
Maka bila Wahid berumur panjang dan melihat kehidupan beragama hari ini, aku berpikir mungkin dia akan menulis lebih keras lagi atau duduk termaktub-maktub heran dan tak bisa percaya. Benarkah Tuhan yang dia ajak bicara pernah paham apa yang kini tengah terjadi di tengah bangsanya ?
***
Maka kerinduan kita pada sosok toleran seperti Wahid -walau dalam pikiran dan tulisan-terasa sangat menguat dan mengedor-gedor pintu tali silaturahim kita kini. Tuhan mungkin tengah menguji kita dengan memanggil Wahid lebih di usia muda. Sayang !
***
Label: Agama
Thursday, September 20, 2007
The Islamic Invasion -Islam Yang di Hujat
Tgl Beli : 05 September 2007
Harga Buku : Rp. 43.500-
Penulis : Robert A Morey
Penerbit : Focus Multi Media
Terbitan 2004
414 Halaman
11 x 18 cm
Label: Agama
Saturday, June 16, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
