Monday, December 8, 2008

Bumi Manusia

Tak perlulah kuceritakan padamu kawan isi , plot serta akhir novel ini, karena kau bisa beli dan juga bisa baca dimana-mana. lagi pula resensi dan perdebatan tanpa ujung novel legendaris ini sudah seperti jajan pasar , di mana-mana , di setiap blog, situs dan juga pusat--pusat dokumentasi.
***
Sengaja aku posting di blog buku ini untuk mengenang sedikit masa-masa gerilya , masa-masa ketika mendengar, membaca ataupun memilikinya apalagi mendiskusikannya akan membuatmu jadi pesakitan rumah prodeo jaman orba. Jadi catatan ini hanyalah sebuah catatan kecil tentang biografi buku ini. Tak ada hubungan dengan semua diskusi ramai di luar sana, yang terkagum-kagum pada Pram selepas jaman reformasi pecah. Hiruk pikuk membaca Pram sebagai sebuah kegiatan selebritas. Lucu dan sekaligus haru.
***
Jangan pula kau terkekeh dan tertawa dengan sampul buku yang kau lihat di sini. Coba kau bandingkan dengan kover terbaru terkini dari Bumi Manusia terbitan Dipantara, maka kau akan bilang adu kasihan banget. Kok foto kopi sih ? Tapi buku kopian yang kau lihat di depan matamu adalah pusaka , juga sekaligus prasasti tentang sebuah masa mencari, mencari sesuatu yang menjadi legenda masa remajaku ketika smp, ketika nama Pram dan karya-karya nya hanya seperti sebuah mimpi besar yang dirindukan tapi tak pernah kulihat batang tubuhnya. Semakin lama, judul serta nama-nama novel Pram menjadi sebuah legenda dan akhirnya menjelma sebuah mitos masa remaja yang kadung sesuatu yang terlarang, yang tersembunyi !
***
Buku ini kubaca pertama kali tahun 1985-bersama dengan buku Anak Semua Bangsa dengan kover depan yang sama- 5 tahun setelah terbit dan di larang oleh orba. Yang kubaca adalah buku asli dengan warna merah putih mirip buku terakhir Rumah Kaca. Buku ini tak bisa dikopi di Jakarta akhirnya dikirim ke Bangka untuk di fotokopi. Jakarta masih cemas dan takut dengan hantu buku ini. Dari mana kudapatkan 2 buku ini tak perlulah aku ceritakan di sini. Yang jelas tahun 1985 aku sudah membaca dua buku pertama Pram. Dan jadilah buku yang kau lihat ini. Aspal !
***
Buku Bumi Manusia yang kau lihat adalah cetakan ketiga tahun 1980, tertulis catakan pertama Agustus 1980, cetakan kedua bulan September 1980 oleh penerbit Hasta Mitra oleh percetakan Ampat Lima Jakarta. Setahun kemudian buku ini di larang oleh Kejagung Jakarta !
***
Buku ini kutawarkan kepada guru smp ku tapi beliau takut dan menolak. Aku maklum posisinya sebagai pegawai negri menjadi riskan bila tahu sedang membaca sebuah buku hantu. Bisa di sel-kan minimal di pecat tanpa pesangan. jadi aku bawa pulang ke Jakarta. Hampir 20 tahun yang lalu. Amboi lama nian, aku menyimpan hantu tuyul jelek ini.
***
Tahun-tahun kemudian setelah selesai mambaca buku ini, sering kali aku ditawari buku yang sama dengan kover asli, sayang sekali aku tak tertarik lagi. Tapi tepatnya disebabkan oleh dana yang terbatas. Masa kuliah aku hanya hanya dapat subsidi Rp. 100 ribu dari kampung, mau beli buku mahal ? Bisa gak makan satu bulan. Harga buku asli -buku seken-sekitar Rp. 79-ribuan, murah ? Ho ho jangan pikir, Tahun 1990-an dollar maish Rp. 2300-. Jadi kau bisa hitunglah berapa harganya dengan kondisi sekarang .
***
Jadi kawan , ini bukan resensi tentang si Minke atau apa hubungan pemikiran Pram dengan Si Minke. Tapi ini sekedar catatan kecil -biografi sebuah buku aneh-buku jelek yang pernah membuat demam Indonesia, hantu tuyul kecil yang membuat Pram jadi kaya raya , dengan sebuah rumah kebon besar di Depok. Jadi pantaslah , Pram menulis hantu, orba dan pejabat orba memeliharanya jadi tuyul, maka jadilah buku jelek yang kau lihat ini !
***
Hanya satu kata buat Pram ...Bravo !!!

No comments: